Sabtu, 01 Oktober 2011




Tidak bisa dipungkiri, bermain game memang merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan dan sekaligus adiktif. Beragam cara dilakukan oleh para developer untuk membuat para penikmat hiburan virtual ini untuk betah duduk selama mungkin di depan layar kaca. Plot yang epik, side quest yang menarik, hingga dukungan permainan online membuat gamer seakan hidup dalam dunianya sendiri. Melahap waktu permainan puluhan jam secara langsung sama sekali tidak terasa melelahkan. Namun tahukah Anda, khususnya yang gamer, bahwa dorongan adrenalin seperti ini juga butuh waktu istirahat?


Sebuah berita duka yang menyangkut gamer muncul mengemuka, sayangnya, untuk kesekian kalinya. Kali ini menimpa seorang gamer bernama Chris Staniforth yang harus meninggalkan dunia dalam masa mudanya. Setelah mengalami kejang-kejang yang mendadak,  Chris menghembuskan nafas terakhirnya. Vonis dan diagnosa dokter memperlihatkan gejala positif deep vein thrombosis yang berujung pada pulmonary embolism. Deep vein thrombosis adalah penggumpalan darah yang terjadi pada pembuluh vena di kaki, terjadi karena posisi duduk atau berdiri yang tidak banyak berubah dalam waktu lama. Gumpalan yang pecah dan masuk ke dalam aliran darah kemudian akan terbawa ke paru-paru, membuat situasi yang disebut pulmonary embolism terjadi. Hal yang sama menewaaskan Chris Staniforth.






Lantas apa yang menyebabkan penyakit seperti ini bisa menyerang Chris yang masih berusia muda? Kebiasaannya untuk bermain game HALO di XBOX 360 selama 12 jam tanpa jeda istrahat, dengan posisi duduk yang tak banyak berubah diterangai menjadi penyebab utama. Untung saja keluarga Chris yang ditinggalkan melihat kejadian ini sebagai pemicu yang tepat untuk membangkitkan kesadaran yang sama bagi gamer muda yang tersebar di seluruh dunia. Bukannya menuntut para produsen konsol dan game yang “menyebabkan” tewasnya anak mereka, orang tua Chris hanya menghimbau para gamer untuk belajar dari kasus Chris dan menyediakan waktu istirahat serta gerak yang cukup saat bermain game.


Kasus serupa memang sudah pernah terjadi di belahan dunia lain. Cukup banyak gamer di China, Jepang, dan Korea Selatan yang menderita gagal jantung karena kelelahan setelah bermain game online tanpa tidur. Sebagai gamer yang seringkali menunjukkan kebiasaan yang sama, ada baiknya saya dan Anda mulai memikirkan istirahat sebagai faktor utama yang harus diperhatikan. Ketika mata sudah mulai berair dan kering, ketika koordinasi mata dan tangan sudah mulai kacau, atau ketika waktu permainan sudah melebihi 4 jam tanpa henti, ada baiknya memejamkan mata dan sedikit bergerak melemaskan tubuh. Toh game tidak akan kemana-mana, sementara nyawa bisa berpindah ke dunia selanjutnya.


Credit : www.jagatreview.com
Source : thesun

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Followers

- Copyright ©2008Pelajar Goblok -Robotic Notes- Powered by Blogger - Edited by M Nanda Perdana -